Skip to main content

Interaksi Memicu Transaksi

Halo Sobat PanduanSukses,

Setelah ratusan purnama saya nggak update blog ini… Aahh lebayy…. hehe…

Akhirnya beberapa hari yang lalu muncul “hasrat” untuk menulis kembali disini. Ada sesuatu yang ingin saya ungkapkan. Tulus dari dalam hati…  Whattss… ini artikel tentang bisnis atau tentang alay ya :3

Okay…okay Let’s discuss the Topic….

 

Entah kenapa sejak beberapa bulan yang lau, saya sangat tertarik membahas tentang warm market.

Jika Anda sempat membaca artikel berseri tentang Bisnis Online Automatic, mungkin bisa dikatakan ini ada kaitannya. Dan pembahasan kita lebih general, tidak sebatas email marketing.

 

Saat ini, mungkin Anda sudah tahu bahwa Tokopedia adalah sebuah marketplace yang terkenal dengan harga yang murah-murah (ambil sudut pandang sebagai pembeli bukan penjual).  Dan jika Anda sudah pernah 1-2 kali beli produk dari sana pun, ketika saat ini butuh barang tertentu, tinggal search penjualnya terus beli deh.

Lalu jika kita come back ke tahun 2009 dimana Tokopedia baru saja didirikan….

Begitu pertama kali datang ke Webnya… mau langsung beli ? Mau langsung borong banyak ?

 

Boro-boro… mungkin Anda hanya lihat sekilas apa sih ini… klak-klik beberapa menit langsung close, lanjut buka web yang lain, betull ?

 

Jika itu juga berlaku di Tokopedia, boleh nggak jika itu berlaku di Toko Online Anda ?

It’s Cold Market.

 

Mereka butuh beberapa interaksi untuk mulai mengenal Anda lalu Beli.

Udah mulai nampak korelasinya disini… 😀

Bisa kita ambil kesimpulan, orang butuh berkali-kali mengunjungi Toko Online /Bisnis kita, sebelum melakukan Transaksi.

Kalaupun ada orang yang sekali berkunjung terus beli, itu prosentasenya sangat kecil. Kita mungkin akan banyak habis waktu dan biaya, jika berfokus promosi pada cold market.

 

Lalu bagaimana ?  Bangun Interaksi…

Gunakan channel promosi yang paling Anda bisa dan KONSISTEN. Entah itu di Social Media: Facebook (Akun Profile), Instagram, Twitter , Messenger: BBM, WA, Line dll ataupun email marketing. Dengan berbayar pun seperti Facebook Ads, kita juga bisa bangun interaksi (akan dijelaskan di bawah).

Dari channel tersebut Anda dapat update seputar Tips, info terbaru, info produk dll.

Tidak harus perbanyak soft selling. Tergantung bagaimana tipe audience dalam market Anda.
Kalau Anda supplier, ya pasti info produk ter-Update lah yang paling banyak ditunggu-tunggu Audience Anda, yang mayoritas adalah reseller.

Berikan Konten yang mereka butuhkan secara KONSISTEN.

Intinya adalah Miliki Channel Promosi – Pahami Audience – Konsisten Update Konten – Sambil Tingkatkan terus volume Audiencenya

 

Tips Meningkatkan Transaksi

1. Bangun Interaksi dengan Cold Market

Ketika kita memiliki sebuah Channel Promosi, dimana sering update disana, adalah wajar jika berusaha selalu menambah Volume Audience-nya.
Jika pakai Facebook, ya nambah Friend Tertargetnya. Pakai Instagram, ya nambah follower tertargetnya.
Pakai Email Marketing, seperti yang sudah saya bahas di artikel sebelumnya dan di grup premium saya, ya kita berikan specific giveaway lalu kita promosikan landing pagenya.

Pakai FB Ads, ya tambah Custom Audiencenya.

Ada berbagai metode dalam promosi menggunakan FB Ads. Diantaranya Split Test langsung hardselling, (biasanya pakai PPE), kemudian mengumpulkan potensial buyer (yang serius beli) ke dalam BBM, WA atau messenger lainnya. dan kita tetap perlu Follow Up mereka di BBM atau WA tersebut.
Ga jadi beli, ya kita tetap perlu update konten secara rutin. Namanya juga baru kenal. Belum beli, bukan berarti produknya jelek, bisa jadi karena masih ragu sama yang jual, hehe…

Bisa juga dengan iklan tipe CTW.
Beberapa bulan yang lalu, saya coba promosi di niche yang sama sekali awam. Dan murni harus promosi ke cold market.

Saya mulai dengan konten viral yang related dengan produk yang saya jual. Konten tersebut sifatnya edukasi. dan yang nge-share banyak, karena info tersebut benar-benar bermanfaat untuk audience tersebut.
Tidak lupa juga saya sudah pasang  pixelnya.
1-2minggu kemudian, ketika jumlah custom audience sudah lumayan, baru saya promosi hardselling.
Ada juga yang saya iklankan 2-3 konten dulu baru promosi hardselling.Dan konversinya lumayan. Apalagi itu adalah niche yang saya masih awam disana.
Saya berpromosi ke orang-orang yang sebelumnya sudah membaca konten web saya. Sudah mengenal Fanpage saya. Saya promosi ke Audience yang “sudah warm”.

 

2. Promosi ke Warm Market

Di channel email marketing, tidak jarang saya menjumpai mereka yang baru membeli apa yang saya tawarkan 4 bulan, 6 bulan atau lebih setelah subscribe. Mereka tetap stay open email saya, hingga akhirnya bertransaksi.

Saya pribadi pun juga mengistimewakan subscriber saya, diantaranya dengan memberikan bonus kejutan bulanan, atau ada perlakuan-perlakuan lain yang tidak saya lakukan di channel umum.Dan hasilnya, Promosi ke Warm Market memberikan hasil yang lebih efektif, karena kita menjaga engagement-nya. Selama kita menjaga trust mereka dengan memberikan sesuai dengan apa yang kita tawarkan, serta memberikan pelayanan yang memuaskan.

 

Di Facebook Group, pun juga bisa begitu. Selama kita memberikan konten-konten yang dibutuhkan mereka.

Dapat membahas isu yang lagi Hot saat ini, tentunya related dengan tema grup kita.

Dapat menggunakan Vidcial untuk membuat video edukasi yang simple ataupun video yang viral.Kualitas konten Anda berpengaruh pada brand yang Anda bangun, dan tentunya Transaksi yang terjadi..

 

3. Fokus kepada 80% Transaksi

Akan selalu ada mereka yang rutin membeli produk kita.
Ketika kita tawarkan produk A beli. Produk B beli, Produk C beli, ada update produk baru lagi beli.Mereka ini adalah pelanggan loyal kita. Yang perlu kita jaga, dan berikan pelayanan khusus kepada mereka.

Mereka tetap setia beli, karena mereka terpuaskan dengan pelayan Anda selama ini.Ketika saya promo produk digital, saya juga menjumpai pelanggan loyal yang selalu beli hampir produk yang saya tawarkan.

Dan mereka ini, tidak jarang berkomunikasi dengan saya via email ataupun chat di FB. Saya juga berusaha menjawab setiap pertanyaan dari mereka. 

Tidak terkecuali dengan mereka yang membeli produk yang baru saya launch kemarin, Vidcial.


Jika Anda memiliki reseller-reseller yang berperan memberikan 80% transaksi di bisnis Anda, lakukan komunikasi lebih banyak dengan mereka. Layani, jawab keluhan dan kebutuhan mereka.

Karena mereka yang menyumbang mayoritas omset Anda.
Dan juga untuk mencapai ke fase ini, tidaklah mudah. Ada banyak proses yang dilalui dengan waktu yang tidak sebentar.Jika Anda konsisten, pada akhirnya Anda akan menemukan 80% ini.

 

Okay, sampai jumpa di artikel berikutnya.

Silahkan share jika bermanfaat.

Comments

comments

One thought on “Interaksi Memicu Transaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Loading...