Skip to main content

Membuat Salespage yang bikin Visitor Kebelet Transfer (BOA Chapter 7)

Halo Sobat Panduan Sukses,

Dengan Aditya S disini…

Di Chapter 6 kemarin kita sudah membahas tentang 5 tips yang perlu diperhatikan dalam membangun dan membina list. “The Money is not  in the list, but the money is in the relationship list”. List Anda akan menjadi responsif jika Anda membangun hubungan dengan tepat. 

Jika belum membaca Chapter 6, silahkan kesini

Okay, tidak terasa kita sudah sampai di pembahasan terakhir materi Bisnis Online Automatic The Series. Materi tentang membangun sistem bisnis yang dapat Anda akses secara gratis.

 

Di materi terakhir ini, kita akan membahas tentang Tips Membuat Salespage yang Bikin Visitor Kebelet Transfer.

Salespage adalah striker kita (jika diibaratkan dalam sepakbola). Salespage akan menentukan berapa gol omset yang akan disarangkan ke gawang.

Salespage ibarat SPG. Semakin cantik, penjualannya akan semakin laris, ups…. maksud cantik disini adalah cantik pelayanannya dan cantik skill presentasi produknya.
Meskipun cantik wajah dan penampilan juga berpengaruh ke besarnya penjualan #Eh :D.

Lalu, bagaimana dengan Salespage Anda ?
Sudah cantik penampilannya? Sudah bikin betah orang berlama-lama disana?
Sudah bikin visitor “mikir”? Sudah bikin visitor “kebelet” transfer?


Tips Membuat Salespage Yang Bikin Visitor Kebelet Transfer
:

ngantri2

 

 

 

 

 

 

 

1. Fokus
Jika Anda terbiasa berjualan banyak produk di marketplace, fokuslah di satu produk utama dulu.
Dalam 1 salespage tersebut, hanya bahas 1 produk, atau boleh 2-3 produk dengan tema sama.
Contoh:
Produk untuk memutihkan badan. Ada tiga jenis, kapsul, masker dan cream.
SalesPage temanya tentang memutihkan badan, lalu ketika sudah masuk ke fitur produk, baru beri pilihan ke visitor, mau yang kapsul, masker, apa yang cream.

2. Problem Solver
Produk terbaik adalah produk yang menjawab masalah pembelinya.
Beri gambaran masalah yang dihadapi mereka lalu tunjukkan solusinya dengan menggunakan produk Anda.
Sehingga visitor dalam hati berkata “Nih produk memang buat gue”
(Semakin Anda baca artikel ini, semakin Anda paham maksud dari poin ke-2 ini)

 

 

3. Sensational Offer
Jika visitor sudah klepek-klepek dengan produk Anda yang bisa menjawab masalahnya =>  kejutkan mereka dengan penawaran yang sulit ditolak. Buat Value produk lebih besar dari nilai yang mereka bayarkan.
Sehingga, sekalipun mereka belum beli saat itu, penawaran Anda akan mengusik ketenangan tidurnya.

 

Lalu untuk memulai membuat SalesPage seperti itu, harus mulai darimana?

Ide adalah bagian terpenting dalam membuat SalesPage. Kalau elemen graphics, bisa disesuaikan belakangan.
Kalau Ide dan graphics dikerjakan bersamaan, bisa kelupaan idenya di tengah jalan.

write-593333_640

 

Langkah awalnya… Bikin Konsep Dulu

1. Produk
Tentukan produk Anda terlebih dahulu…  Iya donk, kalau nggak ada produk, apa yang mau dijual? hehe 😀


2. Perspektif / Sudut Pandang

Contohnya seperti ini:
Kita punya sebuah produk, katakanlah Produk “X’.
Khasiat produk ini untuk memperbaiki sistem kekebalan tubuh, Membuat stamina prima, bagus untuk kesehatan jantung, dapat digunakan untuk terapi diabetes, namun jika dikonsumsi terus menerus, bagus untuk perawatan kulit, menghilangkan jerawat dan mengencangkan wajah.

Nah lho.. bingung nggak promosinya ? Memang ada produk seperti ini?
Adaaa 😀

Terus bikin salespagenya bagaimana?

Pilih satu tema saja. Misalnya: Untuk Terapi Diabetes.

Jadi dalam 1 salespage tersebut dari atas ke bawah, HANYA bahas tentang terapi diabetes.
Jika Anda berpromosi dengan FB Ads, tinggal targeting audiencenya sesuai tema tersebut.

Sebentar lagi, Anda akan lebih memahami maksud dari perspektif ini.


3. Problem
Rinci secara detail masalah yang dihadapi audience Anda.

Contoh:
Masalah yang dihadapi penderita diabetes biasanya: ketergantungan obat, pil, suntik insulin, resiko kebutaan, mudah lemas, terkadang sering drop dan pingsan mendadak waktu terjadi hipoglikemia, resiko amputasi jika luka tidak segera diobati dan keluhan-keluhan / frustasi-frustasi lainnya yang sedang mereka hadapi.

Hadirkan dan ingatkan semua masalah itu di salespage nantinya.
Tentunya dengan susunan bahasa yang sopan.
Sadarkan mereka dan hadirkan rasa takut, namun jangan mengintimidasi.

Contoh Lain:
Di Salespage Jasa Iklan Twitter PanduanSukses, saya menggunakan perspektif atau target pebisnis online yang belum pernah atau tidak terbiasa menggunakan twitter sebagai media promosinya.

Jadi, saya menggambarkan problem, kalau optimasi twitter sendiri dari nol itu butuh waktu tahunan untuk mencapai puluhan-ratusan ribu follower, sulitnya jualan kalau follower sedikit, akan banyak memakan waktu kalau harus manage akun sendiri.


4. Benefit produk
Ini Solusi Jawaban atas masalah diatas. Manfaat apa yang diberikan produk Anda dari masalah tersebut.
Benefit berbeda dengan fitur. Benefit ini melihat manfaat dari sudut pandang audience.

Misalkan:
Dengan menggunakan Jasa Iklan Twitter, Anda akan menghemat banyak waktu dan tidak repot optimasi dan manage akun sendiri. Promosi langsung tersebar ke ratusan ribu orang sekaligus.


5. Fitur Produk
Fitur Produk ini memperkuat Benefit yang telah dijabarkan sebelumnya. Jadi tempatkan ini setelah benefit (pada salespage nanti).

Contoh:
Jasa Iklan Twitter kami memiliki ratusan ribu follower Indonesia dan responsive, yang terus bertambah setiap harinya. Konten tweet yang kami berikan unik dan mendapat interaksi yang bagus, sehingga menguntungkan ketika Anda beriklan.
Coba hitung berapa Juta yang harus Anda keluarkan untuk membangun Akun Twitter ratusan ribu follower yang responsive dan tertarget. Berapa tahun untuk membangunnya? Hanya cukup invest ratusan ribu, dan proses 1-2 hari, Anda sudah dapat langsung ngiklan disini. 


6. Pembuktian / Testimoni

Testimoni akan semakin memperkuat posisi produk Anda sebagai Problem Solver. Testimoni bisa berasal dari para ahli, pakar atau orang yang sudah menggunakan produk Anda.


7. Sensational Offer
Setelah disadarkan tentang problemnya, lalu disodorkan benefitnya,diperkuat dengan fitur-fitur yang bikin ngiler, eh ada bukti orang-orang yang telah merasakan manfaat produk.

=> Kira-kira, audiencenya lagi klepek-klepek nggak?

Eh tiba-tiba di bawah ada keterangan:
~ Diskon 50%, tapi akan segera berakhir (Lebih baik juga Anda Tunjukkan detailnya, misal: Diskon 50% berakhir pada 30 April 2016 pukul 23:59)
~ Bonus Tambahan: 25 Bonus senilai 28Jutaan, terdiri dari Kelas Online Personal Branding dan Affiliate Marketing, Web based software Graphics Editor dan paket-paket graphics bahkan ada yang bisa dijual ulang.

man-211505_640

Kira-kira kebelet transfer nggak?

Anda perlu memikirkan konsep ini benar-benar, mulai dari fase 1-7 .

Targeting dan cara promosi Anda, dipengaruhi oleh konsep yang sudah Anda buat di atas.


8. Cantikkan Tampilan Graphicsnya
Alur diatas sudah ciamik, sayang sekali kalau tampilan graphicsnya jelek. Ini mempengaruhi mood visitor. Sering-sering lihat desain salespage yang bagus-bagus, untuk meningkatkan standar salespage Anda sendiri.

Meskipun begitu, konsep pada bagian 1-7 tetap mengambil porsi paling besar dalam konversi penjualan.

 

Setelah konsep sudah jadi, saatnya menyusun salespage agar tampilan lebih indah dan sitematis.
Urutan Salespage pada umumnya adalah seperti berikut: (dari atas ke bawah)

  • Headline & Sub Headline
    Judul salespage Anda sebaiknya adalah kesimpulan dari solusi yang menjawab masalah di atas.
    Sub Headline, tujuannya mempertegas judul.
    Contoh:
    – Headline : “Kini, Anda Menjadi Muda Kembali”
    SubHeadline: “Selamat Tinggal Jarum Suntik Insulin”
    – Headline : “Hasilkan Lebih Banyak Pelanggan dengan Brand Perusahaan yang Lebih Menjual, Elegan dan Terpercaya.
    SubHeadline: “Saatnya Bisnis Naik Kelas”
  • Video Sales Letter ( Optional)
    Video sambutan dan penjelasan singkat / kesimpulan dari produk Anda.
  • Call To Action (CTA)
    CTA muncul di awal ungtuk mengantisipasi audience yang sudah “interest” dengan Headline dan Video Sales Letter (VSL) Anda.  Biasanya diisi dengan buy button yang mengarah ke form order / halaman checkout.
    Bisa juga langsung memberikan no kontak (BBM,WA dll) di bagian ini.
  • Problem
    Disini Anda mulai  membuat sebuah “cerita” tentang problem audience Anda. Tujuaannya di bagian ini adalah “menyadarkan” dan “membuat setuju” audience bahwa problem tersebut itu ada dan sedang dia hadapi.
  • Kutipan dari Sang Expert / Hasil Penelitian
    Ini akan memperkuat problem tersebut, dan cerita Anda tidak akan dianggap mengada-ngada.
    Beberapa hari yang lalu saya promo sebuah produk Landing Page Creator, dan saya mengambil kutipan kata-kata Jon loomer dan menyertakan hasil uji statistik.
    BOOM… Alhamdulillah saya berhasil menjual lebih dari 160 copy hanya dalam beberapa hari.
    lp
  • Benefit
    Dari konsep Benefit yang sudah Anda buat diatas, susun secara sistematis tampilannya.
  • Pengenalan Produk dan Fitur (Demo Video jika diperlukan)
    Jabarkan dari konsep yang telah Anda buat di atas.
  • Testimoni
  • Call To Action (CTA)
    CTA ini hadir kembali setelah visitor melewati 5 step yang buat mereka “mikir”.

    Peluang “buy now”, disini lebih besar dari CTA pertama, karena mereka sudah kita edukasi.
  • Sensational Offer (Bonus, Diskon,Garansi)
    Jika Anda telah berhasil dalam mempresentasikan Produk Anda sebagai Problem Solver, dengan memberikan Bonus, Diskon dan Garansi yang sensational, akan membuat mereka sangat sulit menolak penawaran Anda.

  • Call To Action (CTA) dan Scarcity
    Sangat tepat sekali jika Anda menaruh CTA disini plus scarcity-nya.

    Scarcity disini adalah batasan atau kelangkaan yang akan bikin visitor makin kebelet transfer.
    Contohnya:
    – Diskon 50% akan berakhir Besok, 19 Januari 2015. (tambahkan Timer Countdown biar lebih nendang).
    – Kelas Online Eksklusif, Untuk 30 orang Tercepat.
    Berdasarkan penelitian, CTA di bagian ini yang paling banyak terkonversi ke penjualan. 
  • FAQ (Frequently Ask Questions)
    Daftar pertanyaan yang biasanya ditanyakan calon pembeli Anda.
    Kadang ada orang yang tertarik ingin beli, tapi masih ada yang mengganjal. Tapi dia juga males untuk kontak BBM atau WA CS Anda… Duuhhh….
    Jadi, Anda perlu membuat daftar pertanyaan apa saja yang kebanyakan ditanyakan calon pembeli, sehingga tidak ada keraguan lagi bagi mereka untuk membeli produk Anda.  

Sekarang Anda tinggal buat konsepnya lalu susun berdasarkan urutan di atas.

Namun, urutan tersebut tidak baku. 

Perbanyak membuat Salespage.
Semakin sering membuat, akan membuat Anda semakin Jago
Semakin “mules” pula visitor Anda dan “kebelet” transfer hehehe…

Practice Makes Perfect

Perbanyak melihat salespage yang powerfull milik orang lain
Anda bisa kotak-kotakan salespage mereka berdasarkan konsep di atas.
Sekaligus Anda dapat mempelajari tampilan graphics salespage mereka.

Semakin sering mempelajarinya, akan semakin meningkat selera desain graphics Anda.

Contoh Tampilan Salespage:

 

Baik itulah pembahasan tentang Tips Membuat Salespage Yang Bikin Visitor Kebelet Transfer.

Sekaligus ini adalah chapter terakhir dari Bisnis Online Automatic The Series. 

 

Okay… terimakasih telah mengikuti materi berseri dari Bisnis Online Automatic. 

Sampai jumpa di tips-tips berikutnya… Semoga Bermanfaat…

Silahkan berbagi ke teman Anda…

 

Comments

comments

3 thoughts on “Membuat Salespage yang bikin Visitor Kebelet Transfer (BOA Chapter 7)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Loading...